Saleum

Selamat Datang di Forum Pembelajaran: Komunitas Pojok Kampus. Terima kasih atas kunjungannya.

Featured post

KERANGKA PENELITIAN TERDAHULU

KERANGKA PENELITIAN TERDAHULU TERKAIT FOKUS MASALAH YANG DIANGKAT DALAM DRAFT PROPOSAL PENELITIAN Dosen Pengampu: Dr. Anton Widyanto...

INTERVIEW AS A METHOD IN QUALITATIVE RESEARCH

Salah satu teknik pengumpulan data di dalam penelitian kualitatif adalah wawancara. Hal-hal penting terkait teknik wawancara silakan dilihat dalam tayangan video berikut: WAWANCARA DALAM PENELITIAN KUALITATIF

KURSI

Hari ini

Para pemburu kursi

Telah sibuk

Mempromosikan diri

Ribut jualan

Kecap di sana-sini

USING MIXED METHOD IN A RESEARCH

Kualitattif Vs Kuantitatif
Selama ini perbedaan paradigma kualitatif dan kuantitatif seringkali menciptakan gap dan kontradiksi. Bagi yang ekstrim berpegang pada madhhab kualitatif akan mengatakan bahwa pendekatan kuantitatif tidak valid, kurang akurat dst, demikian pula sebaliknya. Pada dasarnya kedua pendekatan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh sebab itu, jalan untuk mengakomodir kedua-duanya di dalam sebuah penelitian menjadi sebuah solusi yang bisa saling melengkapi. Perpaduan ini disebut dengan Mixed Method. Penjelasan mengenai metode kombinasi ini bisa dilihat dalam video berikut: USING MIXED METHOD IN A RESEARCH

BARISAN PENJILAT

Oleh: Anton Widyanto
 
Kulihat barisan penjilat
mulai beraksi
Lidahnya menjulur
bak bunglon,
menyantap mangsanya

JURUS BUDEG

Oleh: Anton Widyanto
Nak,
Jika kau jadi pejabat nanti
Tak perlu punya hati
Karena jadi pejabat tidak butuh hati
Kau hanya perlu jadi orang budeg
Yang sok pintar

MALPRAKTIK DAKWAH


Oleh: Anton Widyanto
(Artikel ini dimuat di Koran Harian Serambi Indonesia tanggal 7/1/2016) 
Merefleksi isu sosial kemasyarakatan dalam skala nasional maupun lokal yang terkait dengan dakwah Islam sepanjang tahun 2015, ada beberapa hal menarik yang layak untuk diulas. Secara umum perkembangan dakwah nasional maupun lokal menunjukkan gairah yang cukup positif. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya variasi model dakwah yang berkembang baik dalam bentuk oral (ceramah, diskusi, seminar, sinetron, film dsb) yang banyak ditemui melalui media audio maupun audio visual, maupun dakwah lewat tulisan yang banyak juga ditemui dalam ragam bentuk media cetak maupun online. Hanya saja dari beberapa kasus penulis melihat telah terjadi pergeseran model dakwah dari khittahnya yang semestinya perlu dicermati oleh umat Islam kontemporer.

MEMBUMIKAN SYARIAT ISLAM; SEBUAH REORIENTASI METODOLOGIS


Oleh : Anton Widyanto

(Artikel ini dimuat di koran Harian Serambi Indonesia)


Berbicara mengenai sejarah hukum dalam skala luas, pada hakikatnya sama saja dengan membicarakan sejarah peradaban manusia untuk mengatur kehidupannya. Demikian pula halnya manakala perjalanan historis hukum Islam dikaji, atau dibahas dalam diskursus-diskursus ilmiah (scientific discourses), maka tidak akan dapat dilepaskan dari perkembangan peradaban umat Muhammad Saw itu sendiri.

Eratnya korelasi antara syari’at Islam dengan masyarakat muslim menjadikannya sebagai bagian yang cukup urgen. Sebab bidang ini selain berposisi sebagai inti dari ajaran agama samawi terakhir, juga merupakan manifestasi tata cara hidup dan perilaku umat-Nya.

SYARI'AT ISLAM (MEMANG) BUKAN MIE INSTAN


Oleh: Anton Widyanto
(Diedit kembali dari artikel yang sudah dimuat di Harian Serambi Indonesia) 


Beberapa kali dalam kesempatan mengikuti khutbah Jum’at, saya seringkali mendengar para khatib dengan tegas mengingatkan para hadirin tentang wajah implementasi syari’at Islam di Aceh yang masih terkesan “jalan di tempat” (untuk tidak menyebut “compang-camping”) walau sudah diumumkan penerapannya beberapa tahun silam.

Secara parsial,  statemen khatib jum’at di atas agaknya bisa dimaklumi manakala menyaksikan bagaimana pergaulan muda-mudi non muhrim yang “agak permisif” baik di seputar kampus Darussalam yang nota bene merupakan jantong hatee rakyat Aceh dan pabrik intelektual muda Aceh ke depan, atau di tepian Krueng Lamnyong, maupun di pantai-pantai sekitar Banda Aceh dan Aceh Besar.

MENOLAK KEKERASAN DALAM DUNIA PENDIDIKAN


Oleh: Anton Widyanto 
(Diedit kembali dari artikel yang sudah pernah dimuat di buku Menyorot Nanggroe)
Kekerasan dalam dunia pendidikan sepertinya masih juga terjadi di negeri ini. Mengingat kembali peristiwa yang cukup menghebohkan dunia pendidikan di tahun 2013, Harian Serambi Indonesia (25/03/2013) memberitakan peristiwa kekerasan yang dilakukan oleh seorang oknum guru di SMA Negeri 7 Kota Lhokseumawe. Waktu itu yang menjadi korban adalah Muslem, siswa kelas 2 IPS. Diberitakan bahwa akibat kekerasan fisik yang diterimanya, si korban mengalami gangguan di bagian syaraf. Peristiwa kekerasan seperti ini tentu bukan yang kali pertama terjadi dalam dunia pendidikan baik dalam konteks lokal maupun nasional. Bahkan mungkin banyak peristiwa kekerasan lain yang pernah terjadi tapi tidak terpublikasi di media massa.

BAHASA ARAB, MASIH PERLUKAH DITAKUTI?

Oleh: Anton Widyanto

Sayyid Quthb dalam bukunya Tashwir al-Fanniy fil Qur’an menyatakan bahwa daya tarik mukjizat terbesar sekaligus abadi Muhammad Saw yang menyita perhatian bangsa Arab sejak awal mula turunnya ini adalah terletak pada keindahan bahasa yang dipakainya, bukan pada aspek lain. Sebagai salah satu bahasa dunia dan bahasa al-Qur’an (Q.S. 12: 2; Q.S. 20: 113), bahasa Arab diakui banyak memberikan corak dan warna tersendiri bagi bahasa-bahasa lain seperti bahasa Persia, Urdu, Turki, Melayu, Hausa, Suwahaili dll. Bahkan dalam bahasa Acehpun banyak istilah yang menyerapnya, seperti sikin yang berarti pisau. Dan sebagai bahasa yang sudah menginternasional, tidak mengherankan bila bahasa Arab kemudian dipelajari di ratusan ribu sekolah yang tersebar di berbagai pelosok penjuru dunia, termasuk pesantren-pesantren serta sekolah-sekolah Islam lainnya di Indonesia.


PENDIDIKAN SEKSUAL = PORNOGRAFI ?


Oleh: Anton Widyanto

Masalah seks yang berkaitan dengan perilaku seksual dan kesehatan reproduksi selama ini memang timbul tenggelam di antara persoalan-persoalan lain yang dihadapi bangsa. Pada akhirnya problematika seksual seperti meningkatnya penderita penyakit HIV-AIDS, sifilis, gonorrhea di kalangan remaja seolah-olah tidak dipandang sebagai penyakit yang “mencemaskan” (untuk tidak mengatakan “menakutkan”). Padahal menurut data pada tahun 1999 saja, kasus aborsi yang terjadi di Indonesia dilakukan oleh sekitar 2,3 juta orang, di mana 70 % di antaranya adalah dalam status “belum menikah”.

I’TIBAR DARI SANG KHALIFAH

Oleh: Anton Widyanto

Dikisahkan bahwa suatu ketika pada hari raya umat Islam, anak perempuan Khalifah Umar Ibn Abdul Azis yang masih kecil kala itu, menemui ayahandanya sambil menangis. Anak ini ditanya oleh ayahandanya, “Apa yang membuat kamu menangis?”. Anaknya menjawab, “Semua anak memakai pakaian baru, sedangkan saya anak Amirul Mukminin hanya mengenakan pakaian lama”. Kemudian Umar terpengaruh karena tangisan anaknya dan pergilah menemui penjaga Baitul Mal, seraya berkata kepadanya, “Apakah kamu mengijinkanku untuk mempergunakan gaji bulan depanku?”. Lalu penjaga tersebut bertanya, “Untuk apa wahai Amiral Mukminin?” Umar Ibn Abdul Azis menceriterakan perihal anaknya tersebut kepadanya. Lantas penjaga tersebut berkata, “Tidak masalah, tapi dengan satu syarat”. Umar menyahut, “Apa syaratnya?” Penjaga itu menjawab, “Hendaknya Anda dapat memberi jaminan kepadaku bahwa Anda akan tetap hidup sampai bulan depan sehingga Anda dapat bekerja dengan upah yang akan Anda pakai terlebih dahulu”. Mendengar syarat itu lantas Umar pergi dan kembali menjumpai anaknya. Beliau ditanya oleh anak-anaknya, “Apa yg telah ayah lakukan?”. Beliau menjawab, “Apakah kalian bisa bersabar sehingga kita bisa masuk surga bersama-sama, ataukah kalian tidak bersabar sehingga ayah kalian masuk neraka?”. Mendengar jawaban ini anak-anaknya menjawab, “Kami bersabar wahai ayahanda”.

"HANTU" PEGAWAI NEGERI

Oleh: Anton Widyanto

(Diedit ulang dari artikel yang sudah pernah dimuat di Harian Serambi Indonesia dan Buku Menyorot Nanggore)

Luar biasa, itulah kesan saya setiap kali dibuka pengumuman penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di negeri ini. Sebab tidak berselang lama, isi pengumuman itu sudah menyebar ke segala penjuru. Berikutnya, kantor-kantor desa dan kantor polisi disesaki oleh puluhan atau bahkan ratusan para pendamba kerja yang sedang berupaya melengkapi persyaratan pendaftaran CPNS tersebut untuk membuat Surat Keterangan Kelakuan Baik (SKKB).

Kegiatan “semi tahunan” ini (kalau boleh saya istilahkan demikian), memang sebuah “sayembara” yang sangat dinanti-nantikan oleh mereka-mereka yang pernah mengenyam pendidikan mulai dari tingkat SLTP sampai dengan Perguruan Tinggi. Hal ini setidaknya mengindikasikan bahwa “profesi” pegawai negeri ternyata masih menjadi idaman (untuk tidak menyebut favorit) kebanyakan orang, meskipun secara faktual banyak yang mensinyalir tidak terlalu menjanjikan dari segi penghasilan.

DAURAH SEJARAH III TENTANG BUSTANUSSALATIN DAN PENGEMBANGAN URBAN HERITAGE KOTA BANDA ACEH

Acara CFAS

Museum dan Center for Area Studies (CfAS) UIN Ar-Raniry kembali mengadakan Daurah Sejarah tentang: BUSTANUSSALATIN DAN PENGEMBANGAN URBAN HERITAGE UNTUK MEWUJUDKAN BANDA ACEH SEBAGAI KOTA MADANI.

Rabu, 13 Januari 2016 di Ruang Teater Museum UIN Ar-Raniry pkl. 08.30-11.00 WIB.

Gratis dan Terbuka untuk umum.

PERAN SOSIAL DAN MANAJEMEN BADAN KESEJAHTERAAN MASJID (BKM) DALAMMEMAKMURKAN MASJID DARUL FALAH BANDA ACEH

DESKRIPSI SINGKAT PENELITIAN

*Zikri Hariadi

**Anton Widyanto

Masjid memiliki peran yang sangat penting dalam konteks kehidupan masyarakat. Dalam hal ini masjid pada dasarnya berperan untuk membangun serta mengembangkan intelektualitas masyarakat, kegiatan-kegiatan sosial, meningkatkan perekonomian, atau menjadi tempat solusi permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat saat ini. Oleh sebab itu masjid dituntut untuk dikelola secara profesional.